Kajian Penggembalaan Berdasarkan 2 Timotius 2:14-26 Serta Implikasinya Bagi Pertumbuhan Gereja Pentakosta Kudus Immanuel Pematang Bandar
Keywords:
Shepherding, church growth, 2 Timothy 2:14-26, Penggembalaan, Pertumbuhan Gereja, 2 Timotius 2:14-26Abstract
Shepherding has a purpose as implementing God's mission that must be carried out and strong principles based on the truth of God's word. Shepherding led by a shepherd and in collaboration with God's co-workers, both elders, ministries, God's servants, and the congregation in it is built on a single unit and runs it with a single purpose for the glory of God, making the shepherding that is carried out experience a growth in quality and quantity. as a follower of Christ. This study aims to find a pastoral study based on 2 Timothy 2:14-26 and its implications for the growth of the Gereja Pentakosta Kudus Immanuel Pematang Bandar. This research uses descriptive qualitative method, specifically because it is an excavation of the biblical text, the hermeneutic method is used. This text excavation is carried out by following hermeneutic methods, namely: text analysis, background analysis, literary analysis, context analysis, lexical analysis, and grammatical analysis. Data collection using literature techniques (research library). From the results of extracting the text on the Study of Shepherding Based on 2 Timothy 2:14-26, several implications were found for the
Abstrak
Penggembalaan memiliki tujuan sebagai pelaksana misi Allah yang harus dilakukan dan prinsip kuat yang berlandaskan kebenaran firman Tuhan. Penggembalaan yang dipimpin oleh gembala dan bekerja sama dengan rekan sekerja Allah baik penatua, pelayanan, hamba-hamba Tuhan, serta jemaat di dalamnya dibangun atas sebuah satu kesatuan dan menjalankannya dengan satu tujuan untuk kemuliaan Tuhan menjadikan penggembalaan yang terlaksana mengalami suatu pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas sebagai pengikut Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Kajian Penggembalaan berdasarkan 2 Timotius 2:14-26 serta Implikasinya bagi Pertumbuhan Gereja Pentakosta Kudus Immanuel Pematang Bandar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, secara khusus karena ini adalah penggalian teks Alkitab, Penggalian teks ini dilakukan dengan mengikuti metode-metode hermeneutik, yakni: Analisa teks, analisa sejarah dan latar belakang, analisa konteks, analisa leksikal, dan analisa gramatikal. Kesimpulan: Penggembalaan merupakan salah satu cara dalam menjalankan amanat Agung Tuhan Yesus yang di dalamnya.
References
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka CIpta, 2002
Graham, Billy, Beritakan Injil, Bandung:Lembaga Literatur Baptis,1992
Graham, Billy, Roh Kudus, Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1985
Hutagalung, Stimson, dkk, Pertumbuhan Gereja, Yayasan kita menulis, 2021
Ingouf E.John, Sekelumit tentang Gembala Sidang, Bandung: Lembaga Literatur Baptis,1988
Irwanto Sudibyo, “Pelayanan Kepemimpinan Penggembalaan Menurut Kisah Para Rasul 20:17-38”, Jurnal Teologi Gracia Deo2(1): 46-61, http://e-journal.sttbaptisjkt.ac.id/index.php/graciadeo
Longenecker. R, The Ministry and Message of Paul
Muri A, Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Kencana, 2014
Paksoal Priskila, Peny, Buku pedoman kehidupan yang dinamis: Dinamika Dasar One to One, Bekasi: Dinamyc Churches Internastional Indonesia, 1991
Santoso, Joko, Pelayanan Hamba Tuhan Dalam Tugas Penggembalaan Jemaat
Takaliuang, Morris P, “Faktor-faktor Penghambat dan Penunjang Pertumbuhan Gereja.” JURNAL: Missio Ecclesiae, 1(1), Oktober 2012
Jurnal Pelita Zaman, Peranan Roh Kudus Terhadap Doa Orang Percaya. Volume 16. No.2 Tahun 2001.
Wongso Peter, Tugas Gereja dan Misi Masa Kini, Surabaya: YAKIN, 1981