Penciptaan Adam dan Hawa Sebagai Jawaban terhadap Pernikahan Sejenis
Keywords:
same-sex marriage, the essence of creation, equality, pernikahan sejenis, hakekat penciptaan, kesetaraanAbstract
The rise of same-sex marriage teachings and culture from time to time, especially in the millennial or postmodern era of the 21st century, cannot be dammed by the rules, statutes, formal laws of a country and or even religion. This happens because of the influence of the times, technology (science) is so fast, and the environment that affects human psychology. In this issue many things need to be studied and understood by theologians to find solutions in anticipating the spread of personal or community actions and decisions that undergo and justify this same-sex marriage. The purpose of writing is to invite everyone from all social circles to understand and comprehend correctly that the creation of Adam and Eve has been the answer to true marriage and not same-sex marriage. This study uses a descriptive method through a literature approach which seeks facts based on literature from various studies. Conclusion: Same-sex marriage has become a threat in society and can damage the cultural fabric of a region or country and distort the purpose of creation that God has given to humans.
Abstrak
Bangkitnya ajaran dan budaya pernikahan sejenis dari masa ke masa terlebih – lebih di era milenial atau postmodern abad ke - 21 ini sudah tidak dapat dibendung dengan aturan – aturan, ketetapan, perundang-undangan formal sebuah negara dan atau agama sekalipun. Hal ini terjadi oleh pengaruh kemajuan zaman, teknologi (ilmu pengetahuan) yang begitu cepat, serta lingkungan yang mempengaruhi psikologi manusia. Dalam persoalan ini ada banyak hal yang perlu dipelajari dan dipahami oleh para teolog untuk mencari solusi dalam mengantisipasi merebaknya tindakan dan keputusan pribadi atau komunitas yang menjalani dan membenarkan pernikahan sejenis ini. Tujuan penulisan adalah untuk mengajak setiap orang dari semua kalangan sosial agar mengerti dan memahami dengan benar bahwa penciptaan Adam dan Hawa telah menjadi jawaban atas pernikahan yang sejati dan tidak dengan pernikahan sejenis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan literatur dimana mencari fakta berdasarkan literatur dari berbagai-bagai kajian. Kesimpulan: Pernikahan sejenis telah menjadi sebuah ancaman dalam lingkungan masyarakat dan dapat merusak tatanan budaya suatu daerah atau negara serta membelokan tujuan penciptaan yang telah Allah anugerahkan kepada manusia.
References
_______________, Alkitab Edisi Studi, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2021 Aritonang, Jan S, Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja, Jakarta: BPK Gunung
Mulia, 2016
Barlian, Rei Rubin, “Trend Legalisasi Pernikahan Sejenis dan Sikap Gereja,” Jurnal, 2019 Berkhof, Louis, Teologi Sistematika: Kemuliaan Allah yang Dinyatakan, Surabaya:
Momentum, 2004
Blackaby, Henry & King, Claude V, Experiencing God (Mengalami Tuhan), Yogyakarta:
Katalis Media, 2021
Bridges, Jerry, Mengejar Kekudusan: The Pursuit of Holiness, OMID Publishing House,
2019
Ginting, Rachel Miriam Aprilia, “Fenomena Keberadaan LGBT ditengah Masyarakat dan
Gereja,” Jurnal, 2020
Henry Matthew, Commentary Volume 1: Genesis-deuteronomy, Peabody: Hendrikson
Publishers, 2008
Horton, Michael, Core Christianity, Zondervan, 2016
Lase, Pieter, Mengenal Hati Allah: Pengenalan Akan Allah, Yogyakarta: ANDI, 2006 Noor, Juliansyah, Metodologi Penelitian, Jakarta: Kencana, 2017
Shaw, Ed, Same-Sex Attraction and the Church, Surabaya: Perkantas Jatim, 2016
Sirait, Timbo Mangaranap, “Menilik Akseptabilitas Perkawinan Sesama Jenis di dalam
Konstitusi Indonesia,” Jurnal, 2017 https://id.wikipedia.org/wiki/Perkawinan_sejenis https://biblehub.com/interlinear/genesis
https://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan https://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_sesama_jenis https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangkatan_anak_dalam_keluarga_LGBT https://www.jawaban.com/read/article/id/2019/08/19/92/190819145819/ini_alasan_
pentingnyaperan_gereja_dalam_pernikahan